Enny Arrow - Christine, 29 tahun, ialah seorang ibu lokasi tinggal tangga dgn 2 orang anak 3 dan tahun. Suaminya, Wendy, 36 tahun, ialah karyawan dari di antara perusahaan swasta terbesar di Bandung. Perawakan Christine sebenarnya biasa saja laksana kebanyakan.
![]() |
| Makan Siang Bersama Christine |
Suatu siang, Christine sedang merawat anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu tersebut berlari jauh dari rumah, maka Christine langsung memburu mereka. Tp tanpa disengaja, kakinya memasuki sesuatu hingga akhirnya Christine terjatuh.
Pada masa-masa itu, Daus, anak tetangga depan lokasi tinggal Christine kebetulan lewat mau kembali ke rumahnya. Ketika menyaksikan Christine sedang jongkok seraya meringis memegang lututnya, Daus langsung lari ke arah Christine.
“Kenapa tante?” tanya Daus.
“Aduh, lutut saya luka sebab jatuh, Usss…” ujar Christine seraya meringis.
“Bantu saya berdiri, Usss…” kata Christine.
“Iya tante,” kata Daus seraya memegang tangan Christine dan dibimbingnya bediri.
“Usss, bantu bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke lokasi tinggal saya, ya…” kata Christine.
“Iya tante,” kata Daus seraya segera mendekat anak-anak Christine.
Cerita Malam - Sementara Christine segera kembali ke rumahnya seraya tertatih-tatih. Waktu Daus mengirimkan anak-anak Christine ke rumahnya, Christine sedang duduk di kursi depan seraya memegangi lututnya.
“Ada obat merah tdk, tante?” tanya Daus.
“Ada di dlm, Usss,” kata Christine.
“Kita ke dlm saja…” kata Christine lagi seraya bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dlm rumah.
“Ma, Donny ngantuk,” kata anaknya untuk Christine.
“Tunggu sebentar ya, Her. Saya inginkan antar mereka dulu ke kamar.
“Mana obat merahnya, tante?” tanya Daus.
“Di atas sana, Usss…” kata Christine seraya menunjuk kotak obat.
Daus segera bangkit dan mengarah ke kotak obat utk memungut obat merah dan kapas. Tak lama Daus segera pulang dan mulai mengobati lutut Christine.
“Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Daus.
“Tdk apa-apa kok, Usss. Tante senang terdapat yg menolong,” kata Christine seraya tersenyum.
“Aduh, perih…” kata Christine seraya agak menggerakkan lututnya.
Secara bersamaan rok Christine agak tersingkap sampai-sampai sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Daus. Daus terkesiap melihatnya. Tp Daus pura-pura tak melihatnya. Tp tetap saja paha mulus Christine menggoda mata Daus utk melirik. Biasanya dia hanya dapat melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Christine.
Christine kelihatannya sadar bila mata Daus sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Christine membereskan duduknya dan jg memblokir pahanya. Dauspun kelihatannya terkesima dgn sikap Christine tersebut. Daus menjadi malu sendiri..
“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Daus.
“Iya, terima kasih,” kata Christine seraya tersenyum.
“Sekarang telah mulai tdk terasa sakit lagi,” ujar Christine lagi seraya tetap tersenyum.
Daus, 16 tahun, ialah anak tetangga depan lokasi tinggal Christine. Masih duduk di bangku SMP ruang belajar 3. Seperti banyak sekali anak laki-laki tanggung lainnya, Daus ialah sosok anak laki-laki yg telah mulai merasakan masa puber.
Nafsu Birahi - “Kenapa anda nunduk terus, Usss?” tanya Christine.
“Tdk apa-apa, tante…” ujar Daus seraya sekilas menatap mata Christine lalu membungkuk lagi seraya tersenyum malu.
“Ayo, terdapat apa?” tanya Christine lagi seraya tersenyum.
“Anu, tante.. Maaf, barangkali tadi sempat marah sebab tadi saya sempat menyaksikan secara tdk sengaja…” kata Daus seraya tetap menunduk.
“Lihat apa?” tanya Christine pura-pura tdk mengerti.
“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Daus seraya tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri.
“Tdk apa-apa kok, Usss,” kata Christine.
“Kan melulu melihat.. Bukan memegang,” kata Christine lagi seraya tetap tersenyum.
“Lagian, saya tdk keberatan kok anda melihat paha tante tadi,” kata Christine lagi seraya tetap tersenyum.
“Kamu kan tadi sedang membantu saya menyerahkan obat,” kata Christine.
“Benar tante tdk marah?” tanya Daus seraya menatap Christine.
“Tante paling cantik bila tersenyum,” kata Daus mulai berani.
“Ihh, anda tuh masih kecil telah pintar merayu…” kata Christine.
“Saya berbicara jujur loh, tante,” kata Daus lagi.
“Kamu telah makan, Usss?” tanya Christine.
“Belum tante. Saya kembali dari lokasi tinggal teman tadi belum makan,” kata Daus.
“Makan disini saja, ya.. Temani saya santap siang,” ajak Christine.
“Baik tante, terima kasih,” kata Daus.
Mereka menikmati santap siang di meja santap bulat kecil. Ketika sedang merasakan makan, tanpa sengaja kaki Daus menyentuk kaki Christine. Daus kaget, kemudian segera unik kakinya. Christine menikmati sesuatu yg lain bakal kejadian tak sengaja itu.
“Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Daus.
“Tdk apa-apa kok, Usss. Tante senang terdapat yg menolong,” kata Christine seraya tersenyum.
“Aduh, perih…” kata Christine seraya agak menggerakkan lututnya.
18++ - Secara bersamaan rok Christine agak tersingkap sampai-sampai sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Daus. Daus terkesiap melihatnya. Tp Daus pura-pura tak melihatnya. Tp tetap saja paha mulus Christine menggoda mata Daus utk melirik. Biasanya dia hanya dapat melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Christine.
Christine kelihatannya sadar bila mata Daus sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Christine membereskan duduknya dan jg memblokir pahanya. Dauspun kelihatannya terkesima dgn sikap Christine tersebut. Daus menjadi malu sendiri..
“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Daus.
“Iya, terima kasih,” kata Christine seraya tersenyum.
“Sekarang telah mulai tdk terasa sakit lagi,” ujar Christine lagi seraya tetap tersenyum.
Daus, 16 tahun, ialah anak tetangga depan lokasi tinggal Christine. Masih duduk di bangku SMP ruang belajar 3. Seperti banyak sekali anak laki-laki tanggung lainnya, Daus ialah sosok anak laki-laki yg telah mulai merasakan masa puber.
“Kenapa anda nunduk terus, Usss?” tanya Christine.
“Tdk apa-apa, tante…” ujar Daus seraya sekilas menatap mata Christine lalu membungkuk lagi seraya tersenyum malu.
“Ayo, terdapat apa?” tanya Christine lagi seraya tersenyum.
“Anu, tante.. Maaf, barangkali tadi sempat marah sebab tadi saya sempat menyaksikan secara tdk sengaja…” kata Daus seraya tetap menunduk.
“Lihat apa?” tanya Christine pura-pura tdk mengerti.
“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Daus seraya tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri.
“Tdk apa-apa kok, Usss,” kata Christine.
“Kan melulu melihat.. Bukan memegang,” kata Christine lagi seraya tetap tersenyum.
“Lagian, saya tdk keberatan kok anda melihat paha tante tadi,” kata Christine lagi seraya tetap tersenyum.
“Kamu kan tadi sedang membantu saya menyerahkan obat,” kata Christine.
“Benar tante tdk marah?” tanya Daus seraya menatap Christine.
“Tante paling cantik bila tersenyum,” kata Daus mulai berani.
“Ihh, anda tuh masih kecil telah pintar merayu…” kata Christine.
“Saya berbicara jujur loh, tante,” kata Daus lagi.
“Kamu telah makan, Usss?” tanya Christine.
“Belum tante. Saya kembali dari lokasi tinggal teman tadi belum makan,” kata Daus.
“Makan disini saja, ya.. Temani saya santap siang,” ajak Christine.
“Baik tante, terima kasih,” kata Daus.
Foto Bugil - Mereka menikmati santap siang di meja santap bulat kecil. Ketika sedang merasakan makan, tanpa sengaja kaki Daus menyentuk kaki Christine. Daus kaget, kemudian segera unik kakinya. Christine menikmati sesuatu yg lain bakal kejadian tak sengaja itu.
Daus langsung menuruti permintaan Christine. Dijilatinya belahan meqi Christine hingga tubuh Christine mengejang menyangga nikmat.
“Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang…” desah Christine seraya meremas kepala Daus.
“Usss, anda jilati unsur atas sini…” kata Christine seraya jarinya membelai kelentitnya.
“Ohh…” desah Christine panjang. Christine orgasme.
“Sudah, Usss.. Naik sini,” kata Christine.
“Mau tdk penis anda saya hisap,” kata Christine.
“Mau tante,” kata Daus bersemangat.
“Bangkitlah.. Sinikan penis kamu,” kata Christine seraya tangannya meraih penis Daus yg tegang dan tegak.
Daus kemudian mengangkangi wajah Christine. Christine segera mengulum penis Daus. Tdk melulu itu, penis Daus kemudian dijilat, dihisap, kemudian dikocoknya silih berganti. Daus tubuhnya mengejang menyangga rasa nikmat yg teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.
“Ohh.. Tantee.. Enaakk…” jerit kecil Daus seraya memompa penisnya di mulut Christine.
“Masukkin ke Memek Basah Tante, sayang…” kata Christine sesudah dia sejumlah lama menghisap penis Daus.
Gairah Malam - Daus lalu mengangkangi Christine. Sementara tangan Christine memegang dan membimbing penis Daus ke lubang meqinya.
“Ayo tekan sedikit, sayang…” kata Christine.
“Bagaimana rasanya, Usss?” tanya Christine sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.
“Ohh.. Sangat enakk, tanttee…” kata Daus tersendat sambil memompa penisnya keluar masuk meqi Christine.
“Ohh.. Hohh…” desah Daus. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Christine.
“Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Christine sambil memeluk Daus.
“Sangat enak, tante…” kata Daus.
Menurut Christine, kejadian ini baru berjalan mulai 2 bulan yg lalu. Sampai saat ini mereka masih sering melakukan persetubuhan di rumah Christine setiap ada kesempatan. Menurutnya lagi, dlm satu hari/sepanjang siang, mereka biasanya bisa melakukan 2 kali persetubuhan, mungkin karena Daus masih muda.

REKOMENDASI BANDAR TOGEL TERPERCAYA (100%)
Min Deposit 50.000
BONUS MEMBER BARU 10% / BONUS HARIAN 5%
DISCOUNT TERBESAR : Diskon : 4D= 66% | 3D= 59% | 2D= 29.5% | 2D Dpn= 28% | 2D Tgh= 28%





0 komentar:
Posting Komentar